Materi Manufaktur

RANGKUMAN MATERI
PRAKTIKUM AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA, DAGANG, DAN MANUFAKTUR
KELAS XII AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA

Terdapat dua metode harga pokok yang dapat diterapkan pada perusahaan manufaktur, yaitu :
1.       Harga pokok pesanan (Job Order Costing)
2.       Harga pokok proses (Processing Cost)
HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COSTING)
Harga pokok pesanan adalah cara perhitungan harga pokok produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan.
Karakteristik :
a.       Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus
b.      Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, proses produksi mulai dihentikan dan mulai dengan pesanan berikutnya
c.       Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasinya yang ditentukan oleh pemesan yang satu dapat berbeda dengan yang lainnya
d.      Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan di gudang
Ciri khusus :
a.       Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas
b.      Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif teliti dan adil
c.       Biaya produksi dibagi 2 jenis yaitu :
-          Biaya langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang dihitung berdasarkan biaya sebenarnya
-          Biaya tidak langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka
d.      Harga pokok pesanan untuk setiap pesanan dihitung pada waktu pesanan selesai diproduksi
e.      Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan yang bersangkutan dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan. Untuk mengumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan
Manfaat informasi :
a.       Menentukan harga yang akan dibebankan kepada pemesan
b.      Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan
c.       Memantau realisasi produksi
d.      Menghitung laba atau rugi tiap pesanan
e.      Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca
Pencatatan transaksi harga pokok pesanan
TRANSAKSI & DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI
BUKU BESAR PEMBANTU
Pembelian Bahan dan Supplies
-          Faktur pembelian
-          Bukti pengeluaran kas (tunai)
-          Bukti penerimaan barang
-          Pesanan Pembelian
Persediaan bahan baku
Persediaan bahan penolong
Persediaan supplies pabrik
-          Kas/hutang dagang
Kartu persediaan :
Bahan baku
Bahan penolong
Supplies pabrik
Pengembalian pembelian
-          Memorial
-          Bukti penerimaan kas (tunai)
-          Laporan pengiriman pengembalian pembelian
Kas/hutang dagang
-          Persediaan bahan baku
-          Persediaan bahan penolong
-          Persediaan supplies pabrik
Kartu persediaan :
Bahan baku
Bahan penolong
Supplies pabrik
Pemakaian Bahan-Bahan
-          Bon permintaan bahan
BDP – BBB
-          Persediaan bahan baku
(pemakaian bahan baku)
BOP – Sesungguhnya
-          Persediaan bahan penolong
(pemakaian bahan penolong)
BOP – Sesungguhnya
-          Persediaan supplies pabrik
(pemakaian supplies pabrik) 
Pemakaian bahan baku :
-          Kartu pesediaan bahan baku
-          Kartu harga pokok pesanan
Pemakaian bahan penolong dan supplie pabrik :
-          Kartu pesediaan bahan penolong
-          Kartu persediaan supplies pabrik
-          Kartu BOP
Pengembalian bahan ke gudang bahan
-          Laporan pengembalian bahan  
Persediaan bahan baku
-          BDP – BBB
Kartu persediaan bahan baku
Kartu harga pokok pesanan
Penentuan gaji dn upah
-          Daftar hadir
-          Kartu jam kerja
-          Daftar gaji dan upah
Biaya gaji dan upah
-          Hutang gaji dan upah
-          Hutang PPh

Pembayaran gaji dan upah
-          Bukti kas keluar
Hutang gaji dan upah
-          Kas

Distribusi gaji dan upah
-          Perintah jurnal
BDP – BTKL
BOP – Sesungguhnya
Biaya pemasaran
Biaya administrasi umum
-          Biaya gaji dan upah
Kartu harga pokok pesanan
Kartu BOP

Penyetoran atas potongan pajak
-          Bukti kas keluar
Hutang pajak
-          Kas

Pembebanan BOP
BDP – BOP
-          BOP – Dibebankan
Kartu harga pokok pesanan
Pencatatan BOP sesunggunya
BOP – Sesungguhnya
-          Akumulasi penyusutan
-          Hutang biaya
-          Beban di bayar dimuka
Kartu BOP
Pencatatan selisih BOP dengan menutup BOP dibebankan dan BOP Sesungguhnya
Jika Laba
BOP – Dibebankan
-          BOP – sesungguhnya
-          Selisih BOP
Jika Rugi
BOP – dibebankan
Selisih BOP
-          BOP – sesungguhnya

Produk selesai dan PDP Akhir
Persediaan produk selesai
-          BDP – BBB
-          BDP – BTKL
-          BDP – BOP
Persediaan PDP
-          BDP – BBB
-          BDP – BTKL
-          BDP – BOP
Kartu harga pokok pesanan
Penyerahan produk kepada pemesan
Kas/Piutang Dagang
-          Penjualan
HPP
-          Persediaan produk selesai


HARGA POKOK PROSES (PROCESSING COST)
Harga pokok proses (prosessing cost) merupakan metode perhitungan harga pokok produk berdasarkan kepada pengumpulan biaya-biaya produksi dalam satu periode tertentu dibagi dengan jumlah unit produksi periode yang bersangkutan.
Karakteristik :
a.       Sistem produksi merupakan sistem produksi yang berjalan terus-menerus
b.      Produk yang dihasilkan merupakan produksi massal dan bersifat seragam (homogen)
c.       Tujuan produksinya adalah untuk membentuk persediaan (inventory)
Ciri-ciri perusahaan :
a.       Proses produksinya berlangsung secara terus-menerus
b.      Produk yang dihasilkan bersifat produk standar
c.       Tujuan produksi adalah untuk persediaan yang selanjutnya dijual
d.      Tidak tergantung kepada spesifikasi pembeli
Manfaat informasi :
a.       Penentuan harga jual produk yang tepat
b.      Memantau realisasi biaya produksi
c.       Menghitung laba/rugi periodik secara transparan
d.      Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca
Pencatatan transaksi harga pokok proses
TRANSAKSI & DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI
BUKU BESAR PEMBANTU
Pembelian Bahan dan Supplies
-          Faktur pembelian
-          Bukti pengeluaran kas (tunai)
-          Bukti penerimaan barang
-          Pesanan Pembelian
Persediaan bahan baku
Persediaan bahan penolong
Persediaan supplies pabrik
-          Kas/hutang dagang
Kartu persediaan :
Bahan baku
Bahan penolong
Supplies pabrik
Pengembalian pembelian
-          Memorial
-          Bukti penerimaan kas (tunai)
-          Laporan pengiriman pengembalian pembelian
Kas/hutang dagang
-          Persediaan bahan baku
-          Persediaan bahan penolong
-          Persediaan supplies pabrik
Kartu persediaan :
Bahan baku
Bahan penolong
Supplies pabrik
Pemakaian Bahan-Bahan
-          Bon permintaan bahan
BDP – BBB
-          Persediaan bahan baku
(pemakaian bahan baku)
BDP – BOP
-          Persediaan bahan penolong
(pemakaian bahan penolong)
BDP – BOP
-          Persediaan supplies pabrik
(pemakaian supplies pabrik) 
Pemakaian bahan baku :
-          Kartu pesediaan bahan baku
-          Kartu harga pokok produksi
Pemakaian bahan penolong dan supplie pabrik :
-          Kartu pesediaan bahan penolong
-          Kartu persediaan supplies pabrik
-          Kartu BOP
-          Kartu harga pokok produksi
Pengembalian bahan ke gudang bahan
-          Laporan pengembalian bahan  
Persediaan bahan baku
-          BDP – BBB
Kartu persediaan bahan baku
Kartu harga pokok produksi
Penentuan gaji dn upah
-          Daftar hadir
-          Kartu jam kerja
-          Daftar gaji dan upah
Biaya gaji dan upah
-          Hutang gaji dan upah
-          Hutang PPh

Pembayaran gaji dan upah
-          Bukti kas keluar
Hutang gaji dan upah
-          Kas

Distribusi gaji dan upah
-          Perintah jurnal
BDP – BTKL
BDP – BOP
Biaya pemasaran
Biaya administrasi umum
-          Biaya gaji dan upah
Kartu harga pokok produksi
Kartu BOP

Penyetoran atas potongan pajak
-          Bukti kas keluar
Hutang pajak
-          Kas

Pencatatan BOP lainnya 
BDP – BOP
-          Akumulasi penyusutan
-          Hutang biaya
-          Beban di bayar dimuka
Kartu harga pokok produksi
Kartu BOP
Produk selesai dan PDP Akhir
Persediaan produk selesai
-          BDP – BBB
-          BDP – BTKL
-          BDP – BOP
Persediaan PDP
-          BDP – BBB
-          BDP – BTKL
-          BDP – BOP
Kartu harga pokok produksi
Kartu persediaan produk jadi
Penyerahan produk kepada pemesan
-          Faktur penjualan
-          Bukti penerimaan kas
-          Bukti pengeluaran barang 
Kas/Piutang Dagang
-          Penjualan
HPP
-          Persediaan produk selesai
Kartu persediaan produk jadi

HARGA POKOK PESANAN VS HARGA POKOK PROSES

HARGA POKOK PESANAN
HARGA POKOK PROSES
Proses pengolahan produk
Terputus-putus
Terus-menerus
Produk yang dihasilkan
Tergantung spesifikasi pemesan
Produk standar
Produksi ditujukan untuk
Memenuhi pesanan
Mengisi persediaan
Contoh perusahaan
Perusahaan percetakan mebel, kontraktor
Perusahaan kertas, semen, tekstil
Penghitungan biaya produksi
Dihitung untuk setiap pesanan
Dihitung setiap bulan atau periode penentuan harga pokok produk
Penghitungan harga pokok per satuan
Apabila pesanan telah selesai diproduksi
Pada akhir bulan/periode penentuan harga pokok produk
Rumus perhitungan harga pokok per satuan
Jumlah biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk pesanan tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk yang diproduksi dalam pesanan yang bersangkutan
Jumlah biaya produksi yang telah dikeluarkan selama bulan/periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan selama bulan/periode yang bersangkutan

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR
1.       Pencatatan transaksi pada jurnal khusus dan dokumen pendukung lainnya
2.       Posting ke buku besar umum dan buku besar pembantu
3.       Neraca saldo
4.       Jurnal penyesuaian
5.       Neraca lajur
6.       Laporan keuangan yang terdiri dari :
a.       Laporan harga pokok produksi
b.      Laporan laba rugi
c.       Neraca
d.      Laporan perubahan ekuitas
e.      Arus kas
7.       Jurnal penutup
8.       Neraca saldo setelah penutup

Komentar